by

Sidang Perdana Tuntutan Mantan Karyawan PTPN 13 Terkait SHT, ditunda

TANA PASER,peloporonline.com – Sidang perdana Tuntutan Santunan Hari Tua (SHT) pensiunan karyawan PT. Perkebunan Nusantara 13 Distrik Kaltim yang sampai saat ini belum dibayarkan Direksi PTPN, berlangsung di Pengadilan Negeri Tanah Grogot, Kamis (3/10), harus ditunda oleh Majelis Hakim, karena kuasa hukum PTPN 13, Iwan Renaldi Batu Bara, SH tidak bisa menunjukkan surat kuasa bukti penujukkan yang asli.

“Sejak awal 2018 para pensiunan karyawan PTPN 13, secara intensif memperjuangkan SHT yang menjadi hak pensiunan karyawan PTPN 13, kurang lebih sudah kurang lebih 3 tahun pensiunan karyawan ini belumm menerima hak nya sesuai yg diperintahkan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan,” ujar mantan Manajer Kebun Longkali PTPN 13, Suhada selaku penggugat didampingi penasihat Hukumnya Herman Setiawan,SH,  sesaat setelah persidangan dilaksanakan.

Dikatakan Suhada, sebenarnya permasalahan ini tidak sampai ke meja hijau jika perusahaan merespon apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan pensiunan yang menuntut hak SHT nya. Setelah permasalahan diajukan kemeja hijau, baru direspon manajemen perusahaan yang menyanggupi akan membayar dengan cara dicicil, tapi rekan-rekan menolak dan tetap meminta SHT dibayar utuh.

Hal senada juga diungkapkan pensiunan karyawan PTPN 13, Sudibyo, menurutnya SHT yang menjadi haknya dan rekan-rekannya sesama pensiunan sangat berarti untuk berkarya dimasa-masa pensiun, karena tidak ada lagi yang bisa dilakukan semenjak pensiun. Berbagai upaya telah dilakukan seperti bersurat ke manajamen PTPN, Kementerian BUMN, tapi upaya tersebut tidak direspon secara maksimal.

“Total tuntutan SHT yang harus dibayarkan sesuai ketentuan kepada 230 pensiunan sebesar kurang lebih Rp 28 miliar, sampai sampai saat ini direksi PTPN tidak mau membuka jalan komunikasi, jika mau komunikasi permasalahan ini tidak akan sampai kepengadilan,”ujar Sudibyo.

Karena tidak ada itikad baik dari Direksi, akhirnya kami memutuskan untuk menyelesaikan permasalahan ini di pengadilan negeri Tanah Grogot, dan pihaknya mengapresiasi Herman Setiawan,SH.

“Sebenarnya seluruh karyawan yang sudah pensiun itu mencapai 300 lebih. Tapi sebagian tidak bisa kami komunikasikan karena mereka sudah pindah dari kabupaten Paser. Yang menuntut, SHK dan memberi kuasa saat ini sebanyak 230 karyawan yang sudah pensiun,”ujarnya

Sementara itu Herman Setiawan menambahkan sebenarnya karyawan yang telah pensiun sudah 3 kali mengirim surat permohonan ke direksi via perwakilan karyawan Sudibyo, Rachmat, Sudi pangarso dan Ngatijo namun direksi PTPN 13 tetap belum dapat mengabulkan apa yang diminta para pensiunan karyawan, akhirnya karyawan memohon bantuan hukum.

“Hati saya terketuk untuk membantu para pensiunan karyawan PTPN ini, ada sedikitnya 230 orang yang memberikan kuasa hukum kepada saya untuk mendampingi di persidangan,”ujar Herman yang juga calon Bupati Paser melalui jalur Independen. (Nas/peloporonline.com)

Comment

News Feed