by

Sulaiman Sade Ditahan Dugaan Kasus Korupsi Pasar Baqa

SAMARINDA, Peloporonline.com – Mantan Kepala Dinas Pasar Samarinda Sulaiman Sade dengan menggunakan pakaian dinas harian (PDH), masker dan rompi tahanan berwarna orange, tertatih menuruni anak tangga kantor Kejari Samarinda, Jalan M Yamin, sekitar pukul 11.47 Wita, menuju mobil yang akan membawanya ke rumah tahan (Rutan) Klas II Samarinda.

Sulaiman Sade tak hanya sendiri, dua tersangka lainnya yakni Said Syahruzzaman selaku kontraktor dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Miftachul Choir pun digiring menuju mobil tahanan. “Nanti saja, nanti saja,” singkat Sulaiman Sade, saat ingin diwawancara oleh awak media, Selasa (8/10/2019).

Ditetapkannya Sulaiman Sade dan kawan-kawan sebagai tersangka, berawal dari kasus dugaan penyelewengan anggaran tahun 2014-2015 sebesar Rp 18 Miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan Pasar Baqa di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang.

Kerugian negara mencapai Rp 2 miliar. Tersangka dikenakan sangkaan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999, tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Samarinda, Zainal Efendi mengatakan penyelidikan tindak pidana kasus ini memang berjalan cukup lama dan panjang. Masa penyelidikan sendiri mulai tahun 2018.  “Dapat disimpulkan dari beberapa saksi, bahwa kegiatan di Pasar Baqa ada indikasi tindak pidana,” terang Kasi Pidsus Kejari Samarinda, Zainal Efendi.

Terkait peranan ketiganya, Kejari Samarinda masih melakukan penyidikan. Untuk sementara, penahanan pertama dari 8 Oktober hingga 27 Oktober. “Nanti kita akan melakukan penggalian peranan masing-masing selaku KPA, melakukan kebijakan memberikan peluang atau jalan untuk dapat merugikan negara penahanan pertama akan dilakukan 20 hari,” terangnya.

Untuk batas penahanan, masih menunggu perintah pimpinan. Ada beberapa yang akan dimintai keterangan, baik itu dari saksi dan keterangan tersangka. Kemudian akan mengundang para ahli untuk melakukan pengecekan. “Tapi yang jelas untuk saat ini, tindakan kami udah jelas. Ini tindakan represif, dan mau tidak mau kita tetap limpahkan ke persidangan,” tutupnya. (pelopor2)

Comment

News Feed