by

Bukan Samarinda Utara, Tapi Seberang yang Paling Ideal

SAMARINDA, peloporonline.com – Rencana pemerintah Kota (Pemkot) untuk memindahkan Balai Kota ke Sungai Siring, Samarinda Utara, mendapat tanggapan negatif dari Anhar anggota komisi tiga DPRD kota Samarinda.

Menurutnya, banyak pertimbangan yang haris dilakukan untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Sungai Siring. Seperti, ketersediaan air bersih dan kondisi jalan. Pasalnya, tempat pemindahan balai kota itu dekat dengan bandara.

“Banyak yang harus diperhatikan. Kita bicara mengenai infrastruktur, pendukung. Disana itu bandara, serta banyak hal lain yang perlu diperhatikan. PDAM juga belum sampai disana, masih banyak yang kekurangan air. Mengenai jalanan, saya tidak bisa ngebayangkan padatnya jalan nanti antara pegawai Pemkot, dan lalulintas antar kota serta yang ingin pergi ke bandara,” kata Anhar, Rabu (9/10/2019).

Menurutnya, tempat paling efektif untuk memindahkan pusat pemerintahan yaitu di Samarinda Seberang. “Lebih baik di seberang. Saya masuk di DPRD ini sejak 2004. Komitmen kami menjadikan Palaran itu sebagai kota satelit. Pengembangannya disana. Sebab, disana banyak jalan alternatif. Saya lihat pemerintah kota ini latah,” cetusnya.

Walaupun demikian, pemindahan pusat pemerintahan Kota Tepian bukanlah suatu yang urgent. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah Kota. “Ini bukan suatu yang urgent. Masih banyak yang harus dikerjakan. Tapi ya, kalau memang harus dipindahkan, ya paling tepat di seberang,” bebernya.

Rancana pemindahan Balai Kota ke Samarinda Utara bukan hal yang baru. Tujuan pemerintah kota memindahkan pusat pemerintahan kota ke dekat Bandara APT Pranoto itu, untuk pengembangan kota di masa mendatang. Serta Pemkot juga memastikan merevisi tata ruang kota, seiring Samarinda menjadi kota penyangga ibu kota negara (IKN). (pelopor2)

Comment

News Feed